Rabu, 19 Januari 2011

[1] Prosesi Adat Batak – Marhori hori Dinding

[1] Marhori hori Dinding / Perkenalan

Venue: Rumah Keluarga Perempuan
Date: Minggu, 12 December 2010 (12.12.10)
Time: 14.00

Yayaya, mungkin sudah banyak yang tau, proses pertama menuju pernikahan adat batak adalah Marhori hori dinding…tapi ada satu step yang dilakukan terlebih dahulu, sebelum marhori hori dinding bisa dilangsungkan…


"Minggu, 05 December 2010, 8pm, @rumah Amangboru, Bekasi…
1 week before,"

Seminggu sebelum acara Marhori hori Dinding, pihak parboru dari pihak laki-laki mendatangi pihak parboru dari perempuan
(dimana dalam acara kami, diwakilkan oleh kakak perempuan dari calon ku yang datang kermh amangboruku)


Disana pihak parboru dari calon pengantin laki-laki, mengutarakan niat kepada amangboruku (tetapi disini hanya mengutarakan, bukan “MEMINTA” ya…)


Diacara ini, amangboru ku bertugas hanya untuk menampung informasi dari pihak laki-laki:
1. Utarakan Niat;
2. Didiskusikan kira-kira rencana acara dipihak mana;
3. Bulan acara akan dilangsungkan (estimasi);
4. Tempat dilaksanakannya Acara adat (estimasi);
5. Sinamot; dan
6. Penelusuran secara adat (mar-tarombo),
        Disini harus di cek, apakah ada marga-marga dari pihak laki-laki dan pihak
        perempuan, yang bisa membuat acara ini nantinya tidak bisa berjalan…
        Misalnya: ternyata calon pengantin laki-laki adalah Tulang (paman) dari pihak
        perempuan secara adat…; atau, ternyata marga pihak perempuan adalah namboru
        (tante) dari pengantin laki-laki…Hal-hal ini yang pertama harus disaring terlebih
        dahulu…untuk menghindari pertentangan secara adat di orang batak…


Jika semua sudah (terutama item no.6), maka amangboru akan wrap-up semua informasi dan menyatakan bahwa ia akan menginformasikan kepada orang tua perempuan mengenai info-info yang dia dapat, kurang lebih 6 item diatas… Jadi sifatnya hanya meneruskan informasi, bukan sebagai decision maker apakah niat tersebut diterima atau tidak…


Big thanks to God, Kakak, Abang, Amangboru dan Namboru untuk bisa terlaksananya acara ini.
Walaupun agak ada hambatan sedikit dikarenakan suami dari kakak yang tiba- tiba terkena sakit cacar, tapi Puji Tuhan, semua acara tahap pertama ini bisa terlaksana dengan baik…


“Tetap berpengharapan penuh, dan memahami bahwa setiap acara pasti ada halangan atau rintangan yang mungkin akan menghadang, tetapi dengan tetap berserah kepadaNya, segala sesuatunya hanya Dia yang mengatur…”


Yeayyyy,,,Married is getting closer…,
*hoping for the best…




"Minggu, 12 December 2010, 2pm, @my Home…
1 week after,"

Masuklah pada acara: Marhori hori Dinding
Yang artinya (setelah mencari2 di google.com): MERABA-RABA DINDING.
Jika dikaitkan dengan adat batak, seperti “merasakan…“ (merasakan apa ya?? Hehehe…),
ya intinya perkenalan untuk merasakan sambutan dari pihak keluarga pihak perempuan…


Pada acara ini, calon pengantin pria beserta keluarga (inti) datang kerumah keluarga perempuan…Acara ini biasanya dimulai dari pantun-pantun yang berisikan niatan dari keluarga laki-laki untuk meminta “boru” dari keluarga perempuan…


Dirumahku saat itu, ada orang tua ku, inang tua, ompung dan amangboru…walaupun tidak kandung, tapi, merekalah yang secara silsilah adalah yang paling dekat dengan keluarga kami di Jakarta ini.. (secara orang batak itu 7 turunan juga dibilang masih dekat! Hehehehe…)


Acaranya basically diawali dari orang tua pria yang mengutarakan niat dan disambut oleh ompungku…dan keputusan akhir tetap pada orang tua ku untuk menerima niat baik dari pihak laki-laki…setelah itu pembicaraan berlanjut ke hal-hal lain, seperti tempat, bulan dan tanggal, acara dipihak mana, dan termasuk juga Sinamot.


Ok, terhenti sebentar mengenai Sinamot, (menurut informasi dari banyak orang yang saya dapat selama ini), adalah nilai yang akan dibayar pihak laki-laki kepada pihak perempuan, dikarenakan anak perempuannya akan diambil oleh pihak laki-laki.


Tentang seluk beluk atau tentang berapa sebenarnya sinamot itu, aku pun tak tau secara detailnya..tapi yang pernah aku dengar dari pembicaraan bijaksana para orang tua yang sudah pernah menikahkan anak atau borunya, secara bijaksananya diinformasikan seperti ini:


1. IDEALLY: Jika acara di pihak perempuan, sinamot diharapkan sebesar nilai pestanya…
(it happened to my Dad, dulu tnyata dia beli si mama sebesar nilai pestanya bahkan sampai ke kebaya, songket, sendal, perhiasan, kebaya ompung, keluarga mama, semua yg provide si bapak…Intinya si mama dan keluarga bisa dibilang Cuma tinggal bawa diri aja…”Wowwwww….So proud of you Dad!”)
Secara bijaksananya diharapkan, jangan membuat pihak perempuan jadi rugi besar, dimana pihak laki-laki juga nantinya yang akan terima tumpak (uang dari para tamu pihak laki-laki)


2. WISELY: Jika acara di pihak perempuan, sinamot juga bisa tidak sebesar nilai pestanya (tujuannya agar sinamot itu tidak terlihat terlalu besar).  


Jadi disebutkan nominal yang proper (tidak terlalu kecil juga), tetapi dibelakang itu, biasanya keluarga pria pun dengan suka cita membantu keseluruhan biaya pesta. Jadi pada saat pesta, hanya disebutkan nilai sinamot seperti yang diumumkan pada saat marhusip. Yang nomer 2 ini lumayan bijaksana menurutku…


3. PROPERLY: Jika acara di pihak laki-laki, nilai sinamot itu at least bisa membiayai segala keperluan pihak perempuan termasuk keluarga, seperti, pakaian,  make up, sepatu/sendal, songket, perhiasan, dll…


4. WISELY: Jika acara di pihak perempuan, tetapi pihak laki-laki secara financially kurang, yang aku pernah dengar adalah: sebenarnya secara bijaksana bisa saja pihak perempuan akan menambahkan nilai sinamot tersebut (dibelakang), dengan tujuan agar nilai sinamot yang nanti diumumkan akan terlihat lebih proper…tapi hanya kedua orang tua dan calon pengantin saja yang tau…Ini terjadi pada temanku dan acaranya pun tetap berjalan lancar dikarenakan semua keputusan diambil secara bijaksana untuk kebaikan kedua belah pihak…

5. PROPERLY: Jika dari pihak laki-laki sudah ada borunya yang menikah sebelumnya, secara bijaksananya nilai sinamot minimal sebesar nilai borunya dulu dibeli...Dikarenakan, istilahnya dulu borunya dibeli minta harga segitu, sekarang mau beli boru orang kenapa nilainya dikecilkan...hmmm...ini sudah memakai pemikiran jaman sekarang sih menurutku...bisa dipertimbangkan juga...


ahhh,,terlepas dari segala informasi diatas itu, intinya di pihak manapun acaranya, bagaimanapun keadaan keuangan kedua belah pihak, seharusnya bisa dibicarakan dengan lebih bijaksana dan dicari jalan keluarnya seperti apa. Karena sepertinya, di orang batak, nilai SINAMOT itu seperti suatu “PRIDE” dari orang tua kedua belah pihak…






Jadi jangan karena sinamot, acara pun jadi mundur…
(*aku pun berharap penuh demikian…*)


Jika ada pengetahuanku ttg cara-cara sinamot diatas yang salah, please feel free untuk tidak meng-consider hal-hal tersebut dalam penentuan jumlah sinamot…… ;)


Okie..okiee,,,bisa kembali bernafas, setelah membahas mengenai salah satu hal crucial diatas (a.k.a. SINAMOT) kembali ke acara Marhori-hori dinding…
Acaranya setelah berbicara ttg hal-hal tanggal, tempat, pihak yang akan mengadakan acara, sinamot, dll, dilanjutkan dengan acara makan dan ramah tamah (ngobrol2 santai)…


Intinya, Puji Tuhan, acaranya berjalan lancar… *fiuhhh!!!


Big big thanks to God, kedua belah pihak orang tua , bapa uda, amangboru, ompung, inang tua dan juga mbaaaakkkkk (thanks a lot mbakkk, yang sudah membantu bagian menyiapkan makan siang)…Terima kasih Tuhan, acaranya run smoothly

Selasa, 18 Januari 2011

Wedding Singer - Acara Adat Batak

Pencaharian untuk wedding singer acara adat batak juga menjadi salah satu yang crucial, dikarenakan, acara adat batak itu, jika:
1. makanan enak, musik ga enak, dianggap acaranya kurang sukses...; dan
2. kalau musik enak tapi makanan ga enak, still dianggap ga sukses...
jadi memang kedua hal itu harus saling mendukung satu sama lain..begitu kata pasanganku.....thanks beibb!!" ;)


akhirnya, dengan minimnya informasi mengenai pemusik di acara adat batak, aku melakukan browsing lagi di mas google dan weddingku.com (lebih spesifik lagi, forum pernikahan adat batak 2009,2010, dan 2011), thanks untuk forum, yang lumayan menginspirasi persiapan pernikahan... ;))


didapatkanlah list beberapa kandidat pemusiknya:
1. Laspados
2. Gorame


is that all? yayayaya, bener2 minim banget pengetahuan ttg pemusik batak..
akhirnya kedua itu dicoba hubungi, dan hasilnya Laspados dengan berat hati, sudah di booking di hari yang kami mau...


Akhirnya memang sudah jalannya sepertinya, di suatu pertemuan tahun baruan 2011...dengan banyaknya pertanyaan dari saudara2:
"pemusiknya siapa??"
"cateringnya pakai siapa?"
"foto pakai siapa?"


akhirnya camiku mendapat rekomendasi pemusik yaitu: "KAREL ENTERTAINMENT"...
dan dibantu dari saudara calonku yang mengcoba follow up, meng-contact Karel E, tnyata mereka masih bisa di tanggal kita..


jeng,,jengg,,,jerengjenggjengg.... cakrawala pun terbuka,, matahari bersinar cerahh, dan burung2 berkicau senang..hehehe,,yeayy yeaaayyy...


tambahannya lagi, ternyata, temanku yang akan wedding 1bulan sebelumku pun, memakai Karel entertainment, yang memang TERNYATA, sudah sangat terkenal di kalangan batak..hohoho! (makanya harus rajin2 dateng ke kawinan batak yaa..hehehee)


Dan pertemuan pun dilakukan untuk pembicaraan lebih lanjut paket apa saja yang diambil, dan lagu2 apa saja yg kira2 mau dinyanyikan atau tidak boleh dinyanyikan, dll...


Pada saat pertemuan itu, ada yang buat deg2an juga, ternyata ada yang booking lain untuk di tanggal yang sama yang sudah di "iya" kan, karena abang itu lupa tanggal kami..tapi dengan profesional, dia langsung meng-cancel pem-booking tersebut, dikarenakan kami telah duluan untuk booking...Yeayyy!!!


dengan spec: gondang, penari, keyboard, saxophone, penyanyi, gitar akustik, soundsystem, seruling, tamborine, akhirnya kami sudah DP untuk pemusik, dan untuk lebih lanjutnya akan dibicarakan pada saat nanti mendekati hari-H nya..



Lesson learned dari booking untuk Pemusik acara adat batak:

jika kalian berencanakan menikah, hal yang pertama bisa termasuk dilakukan setelah mengetahui tanggal dan tempat menikah adalah "BOOKING PEMUSIK",
--> dikarenakan hal ini amat sangat mudah sekali dilakukan (secara hal yang dilakukan tinggal telp, ketemuan dengan pemusiknya trus DP dan selesai deh, dikasih bon-nya);
--> tetapiiiiiiiiiiiiiiii,  jika terlambat dilakukan, maka, akan kehilangan kesempatan krn sudah dibooking pengantin lain...


*hoping for the best for their performance on our "Day"...amien!

Wedding Invitation - Adat Batak

Januari 2011
Untuk hal undangan, kami berdua sepakat untuk mencari undangan batak tetapi tidak memakai motif-motif batak seperti yang biasanya kami terima...Mungkin ingin berbeda sedikit dari segi design nya tetapi tidak menghilangkan semua isinya yang "memang, harus, kudu, mesti" dengan bahasa batak...

Akhirnya dengan bermodalkan browsing yang banyak dengan mas google (a.k.a. http://www.google.com/) Contoh yang biasanya undangan batak seperti dibawah ini:



Sedangkan undangan yang sebenarnya kita target yang seperti dibawah ini:





Dengan semangat 45, pencaharian undangan pun dilakukan...
1. di Wedding Fair..
setelah berkeliling ke beberapa stand, memang wedding fair menawarkan harga yang cukup menarik bagi pengunjung saat itu, dengan berbagai macam design yang tentu saja sesuai dengan harganya...tetapi dikarenakan adanya yg namanya "BUDGET", akhirnya kami memutuskan hanya melihat contoh-contoh undangan disana, tidak dilakukan DP, untuk sebagai referensi di tempat yang memang semestinya "RajanyƤ tempat undangan", yaitu Pasar Tebet!

2. Pasar Asemka
Dengan informasi simpang siur, kami (lebih tepatnya pasanganku), dengan kemauan yang tinggi, dia melakukan survey tempat untuk cetak undangan yang "katanya" notabene disini sarangnya untuk segala undangan, souvenir, dll...tetapi telisik demi telisik, sudut demi sudut ditelusuri, "koq ngga ada yaaa??" apa pasanganku salah area? secara pasar asemka memang besarnya ampun-ampun..dan kita memang harus tau, section2 yang menjual suatu jenis barang ada dimana...akhirnya dengan berpeluhkan keringat, pasanganku kembali dengan membawa berita "Nihil..."...thanks beibbb for your effort...Hal ini menyimpulkan kembali, memang "Pasar Tebet" as our last resort..

3. Rekomendasi dari Keluarga dan Fotographer..
Ada tempat rekomendasi dari keluarga didaerah rawamangun, dengan niat yang cukup, kami berdua mendatangi tempat nya, dan menemukan model yang kami mau, tetapi tetap saja, harga yg the best deal nya di "Pasar Tebet"...

4. Last but not least...PASAR TEBET!
yeayy! setelah sampai kesana, secara ini kunjunganku kedua kali dalam hidup (dulu pertama kali sekitar 7 tahun yang lalu), begitu parkir dibawah pasar, langsung terlihat toko dikiri dan kanan dan kesibukan orang-orang yang sedang mencetak undangan...woww,,,ini memang surganya tempat cetak undangan...dengan banyak tempat untuk sebagai tempat pembanding, dan harus dengan "kesabaran" yang tinggi, dan kelihaian dalam bernegosiasi, kami berjalan mengunjungi beberapa toko dan mulai mencari-cari model dan ukuran yang kami inginkan..Hari itu, kami tidak menghasilkan apapun (a.k.a. Blm DP!), cuma mencari referensi dulu, dan sekitaran harganyaa..
Setelah kunjungan kedua, pada minggu berikutnya, akhirnya kami baru DP (agak kurang best deal sih, krn targetku sebenarnya yg sekitaran 5000-6000), tapi kami dapat harga 7000 dikarenakan dengan motif yang sama (cover sama), tetapi isi didalamnya harus naik cetak 2x (yg satu nama laki2 diatas dan dohot manggokhonnya, dan yang satu lagi nama perempuan yang diatas beserta dohot manggokhonnya...bagi pembaca batak, pasti mengerti yang aku maksudkan disini)...
jadi dari harga 6500 per piece, harus naik menjadi 7000...
dengan spesifikasi:
1. 1 lembar kertas kalkir
2. 2 lembar kertas didalamnya
3. kartu ucapan terima kasih
4. warna amplop: gold
5. warna cover gold
6. Plastik undangan
(gambar contoh undangan seperti yang diatas sudah saya posting, yg warna GOLD)

oia, sebagai info saja, untuk foto, kalau fotonya sewarna dengan tulisannya, maka tidak akan kena charge tambahan...tetapi kalau fotonya berwarna, akan kena tambahan 500ribu rupiah untuk keseluruhan jumlah undangan...mau undangannya 500buah..atau 800buah..2000buah..tetep kena charge 500ribu sahaja...

Dengan waktu pengerjaan yang kurang lebih sebulan dari semenjak draft nya di approved oleh kedua belah pihak, maka kami decide untuk at least harus sudah approved di bulan akhir februari atau awal maret..

Begitu dibawa kerumah contoh undangannnya, calon mertua aku, puji Tuhan, setuju...berarti dapat diteruskan ke persiapan list nama pengundang dan persiapan drafting undangannya..
semoga hasilnya nanti menjadi baik, dengan tidak terlambat, atau salah cetak, dll..
*semoga...


Kenyataannya...

May, 2011
Akhirnya sampai juga dibulan april/mei 2011 ini, kami berdua memasukkan draft undangan batak ke vendor undangan di tebet ini...

bisa dibilang disini kalau insting perempuan sudah tidak bagus itu harap diikuti maksudnya...kejadian disini, undangan kami:
1. Di bulan april, dateng kesana lagi utk kasih Dohot Manggokhonnya..koq ya dia buat draft undangan resepsi!?!?!? helowww??? ini kan undangan adat batakk...
2. Draft berkali-kali diganti, krn kesalahan design di awal harusnya undangan adat batak, dia buat draft undangan resepsi;
3. Susah dihubungi; di telp ke semua telp yg kami ada, ga ada yg mau ngangkat!
4. Nyolot! Penjual koq nyolot??;
5. mau naik cetak, harus DP 75% dari total bill! huhh!! pdhal undangan resepsi kami aja, cuma dibayar 20%dari total bill aja, ga sewot, dan dikerjakan dengan bagus;
6. Nyolot.. (have i mentioned about this??); and last but not least...
7. Nyolot... (the best part!).

hm...setelah penantian sekitar 6minggu, akhirnya nih undangan jadi, tapi dengan "gondok...dongkol...sebel...tangisan..,fiuhh! semua deh..."

Untungnya camiku juga orangnya sabar..jd dari esmosiku yang keknya sudah ga bisa dibendung lagi..dia masih mau menghadapi tuh vendor laknat! (thanks beibb!!!)
2 hari terakhir menjelang tuh undangan jadi, cami ku yg menghadapi mereka dan akhirnya dia juga sudah diluar kesabaran, ya akhirnya marah2 juga disana...

Dan jeng jeenggg..sampai dirumah, aku mulailah mengecek satu persatu tuh undangan, dan hasilnya:
1. Undangan versi parboru -- isinya paranak
2. "Jakarta" --> di cetak "Jakart"
3. Lem berantakan di amplop, isi dalem..
4. Amplop kelipet2 kusut
5. Kalkir didalam kelipet2...
6. Tempelan isi didalam ga rapih, jadi keluar dari hardcovernya..miring2 kekanan kekiri..!!

halahhh...dlll dehh...cami menawarkan untuk dibuat lagi aja...ahh tapi kupikir..apa2an buat lagi?? si vendor laknat itu yg buat salah..kami yang harus dirugikan untuk buat lagi dan spent 5jutaan lagi utk hal yang beginian...???
sudah lahh..

cukup mengingat "None is perfect..."
--> lanjut aja..yg penting "kawinn..kawinn...kawinnn kawinn..."  ;P


Cerita lucu disini:
Awalnya kami DP 400ribu di vendor laknat ini..dengan keukehnya camiku ga mau pindah dari vendor ini...jadi tetep aja diterusin di vendor ini...at the end, pada saat pelunasan, camiku bayar kelebihan 400ribu...hahahaha...inilah si kisah 400ribu itu dimulai dan diakhiri..
dangdut mode on..."aku yg mulaiii 400rb...kaw yg mengakhiri 400rb..." ;P


Leason learned:
1. Dengarkan kata hati --> jika perasaan sudah ga bagus..walau sudah DP 100-200ribu..mending pindah vendor aja deh...

2. Cetak undangan 3 bulan sebelum martumpol! jadi dengan waktu pengerjaan yang 1 bulan, jika error, buat esmosi, dll..bisa langsung ambil plan B --> untuk pindah tempat cetak dan masih ada waktu sekitar 2 bulan sblm martumpol

3. Untuk ucapan terima kasih (gratis dari vendor) --> ambil kartu ucapaannya 1 minggu setelah naik cetak..jadi minta di duluankan...krn kejadian di temenku, sampai hari "H"--> si kartu ucapan tak kunjung dicetak sama si vendor! jadi jangan lupa..begitu approved dan naik cetak, minta 1 minggu setelah itu utk ambil kartu ucapan terlebih dahulu

4. nanti ku pikirkan lagi..hehehe..kalau ada, nanti ku update disini.. ;) 

Wedding Venue - Acara Adat Batak

First thing first, sebenarnya dalam pemilihan wedding venue, harus didahului dengan proses "SETTING THE DATE", tetapi sepertinya hal ini agak kurang berlaku di orang batak, dikarenakan gedung yang sangat terbatas membuat gedung yang bisa di book pada tanggal yang tersedia adalah menjadi tanggal yang baik untuk menikah.. ;P

jadi...
"bukan tanggal yang menentukan gedung dimana, tetapi gedung yang menentukan tanggal baik..."
wkwkwkwk....

Wedding Venue...
Berdasarkan pengalaman dalam 2 bulan terakhir persiapan ini, pencaharian gedung adalah yang menentukan segalanya utk suatu pernikahan..
Dimana di Jakarta Raya ini, untuk gedung yang bisa dipakai untuk adat batak sangatlah sedikit, kalaupun ada gedung-gedung nasional yang bisa digunakan, tetapi harga cateringnya akan mengikuti harga paket dari gedung tersebut...(which is, MAHAL)...

Biasanya range harga catering di gedung batak sekitar 25-40ribu..tapi kalau kita pakai gedung nasional utk acara adat batak, harga catering dari vendor yg sama langsung berbeda harganya dimulai dari range harga 60rb - 120rb-an..pdhal itu vendor yg sama dan jenis makanan juga sama...
(yaa namanya bisnis yaa..kalau gedung nasional itu sama harganya dengan gedung batak..bisa habis kurasa jatahnya utk kawinan batak aja...pdhal dipakai seharian penuh tuh gedungnya nanti utk acara...sedangkan utk acara nasional paling dipakai 2jam utk wedding...hihihi)

Anyway, lanjut lagi...
Dengan pertimbangan jumlah undangan yang mungkin mencapai 1200 orang, akhirnya dipilih gedung dengan kapasitas yang mencukupi, yang akan segera di contact untuk di book:
1. Balai Samudera (kelapa gading)
2. Balai Sudirman (Tebet)
3. Dhanapala (Senen)
4. Lemhanas (we just realized gedung ini bisa dipakai adat)
5. Manggala Wanabakti
6. Mulia & Radja (Kebon Nanas)
7. Nahanson Parapat (Jati Asih)
8. Grand Mangaradja (Kelapa Gading)
9. Graha Cibening
10. Gorga

Satu persatu pun dengan kesabaran tingkat tinggi, harus ditelp, didatangi langsung, untuk menanyakan, kapan ada hari baik itu, yg maksudnya "kapan gedung itu available untuk acara adat" (dengan favourite hari adalah "Sabtu")...

jawaban-jawabannya:
- "maaf, sudah di booked!"
- "sorry, sudah fully booked!"
- "anda, waiting list nomer 1!"
- "ada nih mbak..tapi hari kamis..."  (whatt?!?!!? kamisss???)
- "Ada nih, tapi hari jumat...mulai bulan July kebelakang..."
- "gedungnya baru jadi sekitar bulan April/Mei 2011 mbak.." --> kata salah satu marketing gedung batak yg masih dibangun didaerah bekasi juga..

hatiku langsung dag dig dug juga...padahal awalnya pede aja, krn merasa persiapanku sudah dimulai dari November 2010, tetapi untuk pernikahan tahun 2011...
tapi tnyata gedung baru ada kosong sekitar october - december 2011. Selain itu, full booked! which means, sudah di DP!

Okie..okie..lanjut ke persiapan aku...
Akhirnya setelah telp sana sini, mendatangi langsung gedung untuk bertemu marketingnya, dan meeting keluarga, pencaharian pun berakhir, dengan didapatnya gedung "Nahanson Parapat", sebuah gedung batak yang cukup baru berada di daerah Jati asih...Fiuhh,,,langsung di DP! dan persiapan yg lainnya pun dapat dilanjutkan...


Leason Learned dari persiapan pemilihan Gedung:
Bisa menjadi pelajaran untuk yang masih pacaran dan sudah ada perkiraan untuk menikah, sebelum proposed ke wanitanya, aku sarankan: "Booked dulu gedungnya!"
hahahahhaa....
yaa gunakan hati nurani, untuk pemilihan kira2 hari baiknya kapan, baru proposed ke pasangan dan...... ta'daaaa...

"Gedung sudah aku booking sayang, no worries..."  ;P

hahahaha!


Gedung Nahanson Parapat
Jl. Wibawa Mukti No.131, Komsen,
Jati Asih - Bekasi
Telp: 021-82441562